CAMPUR TANGAN JIN

Loading...

Minggu, 28 Maret 2010

KENALILAH ISTILAH LABORATORIUM MEDIS ANDA


Ketika seorang pasien datang ke dokter untuk mengeluhkan penyakitnya, maka dokter akan melakukan diagnosa penyakit, diantara beberapa metode diagnosa yang dipakai oleh dokter adalah : 
  1. Anamnesa yaitu pemeriksaan gejala penyakit dengan menggunakan metode interview atau wawancara, jika pasiennya masih bayi atau anak-anak maka wawancara dilakukan dengan orang tuanya.
  2. Pemeriksaan fisik yaitu dengan memeriksa gejala-gejala yang terjadi pada perubahan fisik  pasien seperti dengan metode iridologi (pemeriksaan gejala penyakit melalui iris mata), palpasi (pemeriksaan gejala penyakit melalui nadi pasien), perkusi (pemeriksaan dengan mengetuk bagian tubuh pasien), pemeriksaan lidah, tangan serta kuku pasien atau dengan metode auskultasi/pendengaran.
  3. Pemeriksaan penunjang, yaitu pemeriksaan yang dilakukan untuk menunjang hasil diagnosa yang dilakukan oleh seorang dokter, seperti laboratorium, rontgen, USG, IVP, MRI, ECG, EEG, CT-SCAN dan lain-lainnya.
Dari beberapa uraian tersebut, jelas bagi kita bahwa pemeriksaan klinis adalah menjadi prioritas yang utama. Pemeriksaan penunjang hanya dilakukan oleh dokter jika memang diperlukan yang gunanya nanti adalah untuk membantu menegakkan, memastikan dan menghilangkan  diagnosa banding sehingga perlakuan yang diberikan dokter kepada pasien akan tepat dari tahap pemberian obat sampai pada tahap perawatan pasien.
Pada bagian ini nanti akan dijelaskan sedikit beberapa istilah - istilah seputar hasil laboratorium,.Dengan pengetahuan kita tentang istilah hasil laboratorium ini mudah-mudahan harapan kita, kita tidak lagi khawatir tentang tindakan medis yang diberikan kepada kita, amin.

SGOT  (Serum Glutamik Oksaloasetik Transaminase) : 
Merupakan enzim transaminase yang berada pada serum dan jaringan terutama pada hati/lever dan jantung. Pelapasan SGOT  yang tinggi dalam serum menunjukkan adanya kerusakan pada jaringan hati/lever dan jantung.

Nilai normal : Pria         : s.d 37 U/L
                     Wanita    : s.d 31 U/L
Peningkatan SGOT <3x normal = terjadi radang otot jantung, serosis hepatis, infark paru dan lain-lain.
Peningkatan SGOT 3-5x normal = terjadi sumbatan saluran empedu, gagal jantung kongestif, tumor hati dan lain-lain.
Peningkatan SGOT >5x normal = terjadi kerusakan sel-sel lever/hati, infark miokard (serangan jantung), pankreatitis akut (radang pankreas akut), dan lain-lain.

SGPT  (Serum Glutamik Pyruvik Transaminase)

Merupakan enzim transaminase yang dalam keadaan normal berada dalam jaringan tubuh terutama hati. Peningkatan dalam serum darah menunjukkan adanya kerusakan hati/lever.

Nilai normal  :  Pria       = s.d. 42 U/L
                       Wanita  = s.d. 32 U/L

Peningkatan > 20x normal = terjadi pada hepatitis virus, hepatitis toksis.
Peningkatan 3-10x normal = terjadi infeksi mono-nuklear, hepatitis kronik aktif, infark miokard (serangan jantung)
Peningkatan 1-3x normal = terjadi pada pankreatitis, sirosis empedu.

DIABETES MELITUS (Pemeriksaan Gula Darah)

Pemeriksaan terhadap kadar gula dalam darah vena pada saat pasien puasa 12 jam sebelum pemeriksaan (gula darah puasa/nuchter) atau 2 jam setelah makan (gula darah post prandial).

Nilai normal gula darah puasa :
Dewasa             =  70-110 mg/dl
Anak                 =  60-100 mg/dl
Bayi baru lahir   =   30-80  mg/dl

Nilai normal gula darah 2 jam setelah makan :
Dewasa            =  <140  mg/dl

Jika hasil pemeriksaan diperoleh nilai diatas normal, maka harus dilakukan pemeriksaan ulang, karena kemungkinan dicurigai menderita Diabetes Melitus.

GDS (Glukosa Darah Sewaktu)

Adalah pemeriksaan glukosa darah tanpa persiapan, hal ini bertujuan untuk melihat kadar gula darah sesaat tanpa puasa dan tanpa pertimbangan waktu setelah makan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk deteksi awal indifidu yang diduga menderita Diabetes Melitus (kencing manis) sebelum nantinya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

TES  WIDAL

Yaitu tes yang dilakukan di laboratorium untuk memastikan apakah seseorang terkena penyakit typus atau tidak. Tes ini menggunakan antigen Salmonilla jenis O (somatik) dan jenis H (flagel) untuk menentukan tinggi rendahnya titer antibody. Titer antibody pada penderita typus akan meningkat pada minggu ke II. Kemudian titer antibody O akan menurun setelah beberapa bulan, dan titer antibody H akan menetap sampai beberapa tahun.
Jika titer antibody O meningkat segera setelah adanya demam, menunjukkan adanya infeksi Salmonilla strain O dan demikian pula untuk strain H.

ASAM  URAT

Nilai normal :
Pria             =  3.4 - 8.5 mg/dl            (darah)
Wanita        =  2.8 - 7.3 mg/dl            (darah)
Anak          =  2.5  - 5.5 mg/dl            (darah)
Lansia         =  3.5 - 8.5 mg/dl             (darah)
Dewasa      =  250 - 750 mg/24 jam    (urine)

Asam urat merupakan produk akhir dari metabolisme purin. Purin terdapat dalam makanan antara lain : daging, jeroan, kacang-kacangan, ragi, melinjo dan hasil olahannya. Pergantian purin di dalam tubuh akan berlangsung secara terus menerus walapun tidak makan makanan yang mengandung asam urat. Dan purin akan meningkat jika kita malah makan makanan yang mengandung asam urat.
Asam urat sebagian besar di produksi di hati/lever dan diangkut ke ginjal. Asupan purin normal melalui makanan akan menghasilkan 0,5 - 1 gr / hari. Asam urat dalam urine akan membentuk kristal atau batu dalam saluran kencing. Beberapa indifidu dengan kadar asam urat >8 mg/dl sudah merasakan keluhan dan memerlukan pengobatan.































Tidak ada komentar:

Poskan Komentar